TEKNIS PERSIAPAN KOLAM BUDIDAYA IKAN BANDENG AIR TAWAR
Budidaya bandeng air tawar sistem polikultur dengan ikan nila, ikan mas berkembang sangat pesat di desa Talun kecamatan kayen kabupaten Pati, petani beralih berbudidaya ikan dan luasan lahan perikanan semakin bertambah yang sampai hari ini luasanya berkisar 300 Ha.Agar dapat memperoleh hasil budidaya yang menguntungkan pembudidaya perlu persiapan yang baik sesuai anjuran. Sekarang nener bandeng sudah berhasil dibuat ukuran glondong di ds. Talun juga untuk benih lainya sudah dipijahkan dan dibesarkan menjadi ukuran tebar di Talun. Dalam persiapan kolam pemeliharaan ikan bandeng sistem polikultur, langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan bandeng sistem polikultur, untuk itu diperlukan beberapa tahapan yang harus dilakukan.
Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:
1. Pengurasan air kolam
Untuk permeliharaan dibutuhkan persiapan persiapan seperti halnya persiapan yang dilakukan oleh tambak air tawar lainnya, pompanisasi air dari dalam kolam untuk di keluarkan.
2. Pengeringan tanah dasar tambak
Tujuanya adalah untuk membuang gas beracun H2S agar sisa gas beracun tidak mengganggu dalam budidaya ikan,.meningkatkan kondisi tanah hingga dapat mempercepat penguraian bahan organik dan menumbuhkan pakan alami dalam jumlah yang cukup.
3. Pengeringan bisa dipercepat dengan pembuatan parit/caren keliling, atau ditengah, pengeringan hingga tanah retak-retak kadar air sekitar 20%.
4. Aerasi udara lancar dan pertukaran udara disela-sela tanah yang dikeringkan, tanah yang baik untuk pemeliharaan kolam adalah jenis tanah liat yang mengandung 40-60 prosen kadar liat bila tanah ini sulit didapatkan kita bias memilih tanah yang kedua yang memiliki 30 prosen kadar liat,
5. Membasmi ikan predator
Jenis ikan predator seperti ikan Gabus, cara membasmi ikan-ikan predator atau (competitor) penyaing makanan, dan maupun hama yang lain bisa saponin 25 kg/100 m3 dengan kedalaman air 5 cm atau manual, yaitu dengan tenaga manusia.
Menata lahan kolam :
1. Servis lahan tambak, setelah tambak itu steril dari racun maupun hama maka proses selanjutnya yaitu memperbaiki pematang tambak yang kurang baik, serta pengangkatan lumpur organik yang ditimbulkan dari lumut maupun klekap yang mati dicirikan dengan warna hitam dan bau yang menyengat, maka harus diangkat dari dasar tambak, dan juga menutup kebocoran-kebocoran yang ada di pematang tambak.
2. Bila kandungan bahan organik tanah itu tinggi dibuktikan dengan banyaknya trisipan, besusul, maupun kijing, maka perlu dilakukan penambahan sumber karbon yaitu dengan tepung tapioka dan tetes tebu yaitu dengan 20-40kg/Ha, semuanya itu bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bakteri untuk meningkatkan proses penguraian bahan organik yang berada didasar tambak
Tehnik pemberantasan trisipan/siput dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Pemberantasan hama trisipan sebaiknya dilakukan secara manual yaitu dengan pengeringan secara berlahan sehingga trisipan berkumpul.
b. Pemberantasan dengan cara mengobatan saponin yang ditaburkan dicaren yang ada kumpulan trisipan tersebut.
Proses pengapuran dan pemupukan organik :
a. Pengapuran
Setelah dasar kolam benar2 bersih dan kering maka Pengapuran tanah dasar tambak dilakukan bila nilai pH tanah kurang dari 6,5 pengapuran dilakukan setelah proses pencucian dan tanah masih lembek, adapun kapur yang cocok untuk menaikkan PH tanah adalah kapur pertanian /dolomit dengan dosis 200-400kg/Ha, dan juga dapat untuk membunuh hama maupun pathogen yang masih dalam tahap pengeringan
b. Pemupukan organik
Sebelum tambak itu dimasuki air untuk pembibitan maupun pembesaran maka sebaiknya dasar tambak ditaburi dengan pupuk organik 500-1000kg/Ha, yaitu dengan pupuk kandang yang sudah difermentasi kemudian ditaburkan di permukaan tambak sampai merata yang akan menimbulkan banyak plankton yang nantinya sangat dibutuhkan oleh ikan yang kita budidaya
Persiapan Air /Pengisian air
Setelah kualitas dasar tambak sudah memenuhi syarat dengan ketentuan diatas tahap terakhir adalah Pengisian tambak dengan air yang berkwalitas diantaranya tidak busuk ,bau,warna yang hitam paling tidak dengan air yang sedikit hijau kecoklatan , dan ketinggian air dalam petakan tambak minimal 70 cm, dan harus pakai penyaring misal hafa dan lain lain.
PERALATAN DAN KEBUTUHAN BUDIDAYA IKAN
1. Tambak 9. Air
2. Cangkul 10. Bibit ikan
3. Sabit 11. Pupuk organik dan an organik
4. Waring 12. Pakan Pelet
5. Hafa 13. Alat2 Panen
6. Bak
7. Ember
8. Pompa air
Hal-hal yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:
1. Pengurasan air kolam
Untuk permeliharaan dibutuhkan persiapan persiapan seperti halnya persiapan yang dilakukan oleh tambak air tawar lainnya, pompanisasi air dari dalam kolam untuk di keluarkan.
2. Pengeringan tanah dasar tambak
Tujuanya adalah untuk membuang gas beracun H2S agar sisa gas beracun tidak mengganggu dalam budidaya ikan,.meningkatkan kondisi tanah hingga dapat mempercepat penguraian bahan organik dan menumbuhkan pakan alami dalam jumlah yang cukup.
3. Pengeringan bisa dipercepat dengan pembuatan parit/caren keliling, atau ditengah, pengeringan hingga tanah retak-retak kadar air sekitar 20%.
4. Aerasi udara lancar dan pertukaran udara disela-sela tanah yang dikeringkan, tanah yang baik untuk pemeliharaan kolam adalah jenis tanah liat yang mengandung 40-60 prosen kadar liat bila tanah ini sulit didapatkan kita bias memilih tanah yang kedua yang memiliki 30 prosen kadar liat,
5. Membasmi ikan predator
Jenis ikan predator seperti ikan Gabus, cara membasmi ikan-ikan predator atau (competitor) penyaing makanan, dan maupun hama yang lain bisa saponin 25 kg/100 m3 dengan kedalaman air 5 cm atau manual, yaitu dengan tenaga manusia.
Menata lahan kolam :
1. Servis lahan tambak, setelah tambak itu steril dari racun maupun hama maka proses selanjutnya yaitu memperbaiki pematang tambak yang kurang baik, serta pengangkatan lumpur organik yang ditimbulkan dari lumut maupun klekap yang mati dicirikan dengan warna hitam dan bau yang menyengat, maka harus diangkat dari dasar tambak, dan juga menutup kebocoran-kebocoran yang ada di pematang tambak.
2. Bila kandungan bahan organik tanah itu tinggi dibuktikan dengan banyaknya trisipan, besusul, maupun kijing, maka perlu dilakukan penambahan sumber karbon yaitu dengan tepung tapioka dan tetes tebu yaitu dengan 20-40kg/Ha, semuanya itu bertujuan untuk merangsang pertumbuhan bakteri untuk meningkatkan proses penguraian bahan organik yang berada didasar tambak
Tehnik pemberantasan trisipan/siput dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Pemberantasan hama trisipan sebaiknya dilakukan secara manual yaitu dengan pengeringan secara berlahan sehingga trisipan berkumpul.
b. Pemberantasan dengan cara mengobatan saponin yang ditaburkan dicaren yang ada kumpulan trisipan tersebut.
Proses pengapuran dan pemupukan organik :
a. Pengapuran
Setelah dasar kolam benar2 bersih dan kering maka Pengapuran tanah dasar tambak dilakukan bila nilai pH tanah kurang dari 6,5 pengapuran dilakukan setelah proses pencucian dan tanah masih lembek, adapun kapur yang cocok untuk menaikkan PH tanah adalah kapur pertanian /dolomit dengan dosis 200-400kg/Ha, dan juga dapat untuk membunuh hama maupun pathogen yang masih dalam tahap pengeringan
b. Pemupukan organik
Sebelum tambak itu dimasuki air untuk pembibitan maupun pembesaran maka sebaiknya dasar tambak ditaburi dengan pupuk organik 500-1000kg/Ha, yaitu dengan pupuk kandang yang sudah difermentasi kemudian ditaburkan di permukaan tambak sampai merata yang akan menimbulkan banyak plankton yang nantinya sangat dibutuhkan oleh ikan yang kita budidaya
Persiapan Air /Pengisian air
Setelah kualitas dasar tambak sudah memenuhi syarat dengan ketentuan diatas tahap terakhir adalah Pengisian tambak dengan air yang berkwalitas diantaranya tidak busuk ,bau,warna yang hitam paling tidak dengan air yang sedikit hijau kecoklatan , dan ketinggian air dalam petakan tambak minimal 70 cm, dan harus pakai penyaring misal hafa dan lain lain.
PERALATAN DAN KEBUTUHAN BUDIDAYA IKAN
1. Tambak 9. Air
2. Cangkul 10. Bibit ikan
3. Sabit 11. Pupuk organik dan an organik
4. Waring 12. Pakan Pelet
5. Hafa 13. Alat2 Panen
6. Bak
7. Ember
8. Pompa air

Comments
Post a Comment